Postingan

Memilih keju untuk MPASI; Ibu pintar perhatikan keaslian keju lewat kampanye #KejuAsliCheck

Gambar
Saya memperkenalkan keju pada anak sejak pertama kali makan atau MPASI. Selain menambah nutrisi, keju juga sebagai penambah rasa pada MPASI karena biasanya masakan pada MPASI di 6 bulan pertama disarankan tanpa tambahan gula garam. Ternyata anak saya yang pertama menjadi penyuka keju sampai sekarang. Semua makanan dengan taburan keju di atasnya pasti dia suka. Favorit nya adalah salad buah dan setup roti atau roti siram kuah keju. Bahkan kadang-kadang anak saya makan keju secara langsung begitu saja alias ‘digadoin’, mulai dari keju slice , stik keju, keju cheddar yang diparut maupun keju cheddar batang dilahap langsung. Pokoknya harus selalu sedia atau nyetok keju deh di rumah.  Daftar isi 1. Manfaat keju bagi kesehatan 2. Jenis keju paling populer 3. Memilih keju untuk MPASI 4. Kampanye #KejuAsliCheck 5. Keju Cheddar KRAFT Sebagai dairy product atau produk olahan susu maka kandungan dan manfaat keju juga tidak jauh berbeda dengan kandungan dan manfaat su

Ngeblog lewat HP

Gambar
Menulis bagi saya sudah menjadi hobi sejak sekolah di menengah pertama. Dimulai dengan menulis buku diari yang isinya tentu saja adalah curhat remaja puber. Kemudian aktif di mading sekolah dan Pers Mahasiswa. Tahun 2010 mengenal blog dan membuat blog secara otodidak. Seperti yang saya tulis di profil bahwa waktu pertama kali bikin blog pada waktu itu sedang booming buku Kambing Jantan karya Raditya Dika, penulis yang juga ngeblog, inilah yang membuat saya tertarik membuat blog. Meskipun waktu itu posting tulisan ala kadarnya, tidak konsisten, sekadar posting tanpa punya tujuan ngeblog, tidak tau niche dan sebagainya, bahkan sempat vakum selama 6 tahun (2015-2021) tidak menulis apapun di blog.  Hari ini ketika dunia blogging semakin berkembang, banyak blogger menghasilkan cuan dari tulisannya, saya mencoba kembali melek ngeblog. Mencoba login akun blogger saya dan membaca ulang tulisan-tulisan saya. Sejujurnya saya agak kaget setengah tidak percaya bahwa saya bisa loh otodidak biki

Memanfaatkan Yummy App, Menghasilkan Cuan dari Resep Masakan tanpa Jualan

Gambar
Menjelang lebaran biasanya Ibu saya sibuk membuat kue kering sebagai suguhan para tamu. Berbagai macam kue kering Ibu buat sendiri mulai dari Kastengel, Nastar, Lidah Kucing, Kue Kacang, Semprit, dan lain lain. Resep kue-kue ini Ibu dapatkan secara turun temurun dari Nenek, dan Nenek juga mendapatkan resep dari Ibunya. Resep-resep itu Ibu tulis dalam buku catatan khusus, setiap akan membuat kue Ibu membuka kembali catatan resepnya untuk mengumpulkan bahan dan membuat kue mengikuti langkah-langkah resep yang sudah Ibu tulis. Kebiasaan Ibu ini sudah saya amati selama bertahun-tahun sejak saya dipercaya bisa membantu Ibu membuat kue, bahkan tidak hanya kue, dalam buku catatan resepnya Ibu juga mencatat resep-resep masakan favorit keluarga kami seperti Soto, Bakso, Semur Daging, Iga Bakar, Dendeng Sapi, dan masakan berat lainnya. Saya jadi berfikir bagaimana seandainya buku catatan ini hilang sebelum sempat Ibu turunkan atau saya duplikasi resepnya. Bagaimana jika tinta tulisan sudah mem

NEW ACHIEVER 9%

Gambar
Seneng banget bisa menutup bulan Oktober kemaren dengan New Achiever di level konsultan 9%, level tertinggi area konsultan dan selangkah lagi ke area Manager. Senengnya lagi bisa punya tambahan income selain gaji kantor yang bisa dikerjain online aja, disela-sela jam makan siang atau setelah pulang ngantor. Manfaatin gadget yaa daripada kuota habis-habis gak berguna kan mending dibuat ngerjain yang menghasilkan. Dulu waktu baru daftar member gak langsung ngeh dengan peluang bisnis oriflame ini, jadilah gak dimanfaatin dengan baik kartu membernya. Gak mencoba jualan, gak mencoba ceritain peluang bisnisnya ke orang lain, yaaa karena emang gak tau. Akhirnya pada saat bisa level 3%, dapet bonus deposit dan keuntungan jualan waktu itu, jadinya seneng banget karena waktu itu ngerjainnya secara online aja, baru deh mulai kepikiran buat diseriusin. Mikir berkali-kali ini beneran bagus nggak ya? Nguntungin nggak ya? Karena aku type orang yang perhitungan banget –dalam hal apapun-

Empat bulan menunggu, untuk terdampar di kaki gunung semeru.

Jadi ceritanya pengen share pengalaman pribadi aja dari awal tes di BRI sampai akhirnya 4 bulan kemudian diterima dan tanda tangan kontrak. Berawal dari keinginan untuk bekerja di bidang yang bukan kimia (lha trus kenapa kuliah di kimia???) haha. Kuliah cari ilmu, kerja cari duit, keduanya niat ibadah cari pahala. Simple . Essih. Alasan yang klise sih, tapi ya memang begitulah alasannya. Mudah-mudahan keduanya barokah lah ya untuk aku. Selain memang sudah takdirNya sih yaa. Hehe Oke, back to the TOPIC! Jadi ada 4 tahap yang aku jalani. Tes tahap pertama itu Walk In Interview atau wawancara awal di kantor cabang Lumajang. Tips buat kamu yang datang langsung membawa lamaran pas hari wawancaranya tanpa ada panggilan sebelumnya, datanglah maksimal 30 menit sebelum dimulai biar dapat no antrian awal. Aku aja yang datang jam 8 pas (jadwalnya jam 8 pagi) udah dapat no antrian 44-45, dan itu dipanggilnya baru jam 11an. Gak kebayang yang dapat no antrian 200 sekian dipanggil jam berapa -,-

#20FactsAboutMe

Gambar
Got tagged #20FactsAboutMe (sebenarnya udah lama sih di tagnya) haha. Biarin ah meski telat, biar ikutan dibilang anak gawls sosmed. Wkwk Oke, baiklah. 1. Lahir di Banyuwangi. Tumbuh dan berkembang di Situbondo. Kuliah di Jember. Kerja di Lumajang. 2. Love my beautiful and meaningful name "Muizzatul Ainiyah" plus segala macam nama panggilannya : Mu, Izzah, Ijah, Cha, Mozza, Tul, Ai, Aini, Nyil. 3. Blasteran Madura-Jawa. Bukan arab! 4. Org paling know ALL ABOUT ME so well >> @tuhfatulmaya. My lovely young sista sekaligus sahabat dan tempat curhat 😘 5. Pernah ngajar Kimia Dasar di SMK Analis Kesehatan Jember. 6. Cuek sama penampilan dan gak suka dandan, tapi sekarang malah harus feminim dgn "make up dan heels" TIAP HARI! Oh my.. 7. Baru punya 4 diary mulai SD sampek sekarang (karena basicnya pendiam jadi lebih suka nulis diary daripada cerita) 😁 8. Pengen jadi penulis/jurnalis tapi kuliah kimia dan kerja di bank. Gak ada hubungannya

Semanis aku melihatmu, sepahit kau tak mengenaliku.

Seperti biasa aku memarkir motorku di depan kantor PMI di sebelah utara pintu masuk RSUD. Ku lepas helm dan kuletakkan di spion motor. Tak sengaja aku menoleh ke arah pintu masuk parkir, sekilas ku lihat sosok yang ku kenal di loket pembayaran karcis masuk. Tapi wajahnya masih samar tertutup kaca helm berwarna hitam yang dipakainya. Aku berjalan menuju pintu masuk UGD. Ku lihat dia memarkir motornya di sebelah selatan gedung poli tepat di depan gedung UGD. Sampai di dalam gedung aku berbalik melihat ke parkiran, memperhatikan seseorang itu dari balik pintu kaca. Dia melepas helmnya dan berjalan menuju gedung UGD. Benar, dia seseorang yang ku kenal. Memakai kemeja kotak-kotak berwarna ungu pastel yang tidak dimasukkan ke dalam celananya, celana kain warna hitam, dan sepatu coklat yang sama seperti yang ku lihat di salah satu portofolio Instagram seseorang. Aku buru-buru menuju tempat fotokopi dibelakang UGD tepat di pintu dalam lobby rumah sakit. Aku yakin dia akan lewat lobb